20 September 2019 19:38:43
Ditulis oleh Admin Website

Dispemas dan KB Gelar Bursa Inovasi Desa, Ini Tujuannya

Tubankab - Guna meningkatkan program inovasi desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa (Dispemas) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Tuban, menggelar Bursa Inovasi Desa (BID), Senin (19/11).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kridho Manunggal Kabupaten Tuban ini, dihadiri jajaran perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta 1.200 tamu undangan, di antaranya dari unsur kepala desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, Kasi (PMD), Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), camat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Tuban. Dalam Kegiatan ini, juga diadakan penyerahterimaan penghargaan Desa Award.

Bupati Kabupaten Tuban, H. Fathul Huda, dalam sambutannya mengatakan, program inovasi desa, dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas. Sehingga, lanjut bupati, dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

Program inovasi desa, dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari bank dunia melalui restrukturisasi program yang sebelumnya difokuskan pada pendampingan desa dalam pelaksanaan Undang-undang Desa.

Lebih lanjut, bupati menambahkan, peningkatan kapasitas desa, dilakukan melalui kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dengan fokus pada bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta infrastruktur desa.

Terdapat beberapa hal yang ditekankan oleh bupati dalam pelaksanaan BID ini, khususnya kepada para kepala desa. Pertama, bupati menekankan agar BID dijadikan media belajar bagi desa untuk memperoleh informasi dan kegiatan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa. Selain itu, bupati menegaskan bahwa BID bukan merupakan kegiatan pameran barang, melainkan sebagai ajang penyampaian ide-ide kreatif dalam pembangunan desa.

Bupati juga menambahkan bahwa BID ini dilaksanakan untuk membantu desa dalam meningkatkan kualitas pembangunan melalui pertukaran pengetahuan kegiatan yang inovatif, untuk memberi inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan bagi pembangunan desa.

Lebih lanjut, bupati berharap dan menekankan kepada semua yang hadir, khususnya kepala desa, untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik-baiknya. Sehingga, dikatakan bupati, maksud dan tujuan dari bursa inovasi desa tersebut dapat tercapai. “Tiada keberhasilan tanpa perjuangan, dan perjuangan tak akan berhasil tanpa diiringi dengan doa sebagai bentuk kepasrahan kita sebagai hambanya kepada Allah SWT,” ucap bupati.

Sementara itu, Drs. Mahmudi M.Si Kepala Dispemas dan KB Tuban menjelaskan, terdapat tiga bursa inovasi desa yang disediakan pihaknya, yakni bursa inovasi desa dalam bidang infrastruktur, bursa inovasi desa dalam bidang SDM, dan bursa inovasi desa dalam bidang pengembangan ekonomi lokal.

Mahmudi mengatakan, inti dari kegiatan BID ini, nantinya diharapkan agar masing-masing desa bisa mendapatkan ilmu untuk kemudian diterapkan pada desa masing-masing. “Sehingga, melalui penularan ilmu ini, nantinya diharapkan agar semua desa dapat mengangkat desanya melalui inovasi desa masing-masing,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, terkait tindak lanjut dari BID ini, lebih di titik beratkan kepada komitmen dari masing-masing desa untuk mengadopsi dan memasukkan ilmu yang di dapat dari BID ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2019. “Semakin banyak desa mengadopsi dari BID ini, berarti BID ini berhasil,” imbuhnya.

Mahmudi melanjutkan, peserta nantinya juga dapat menyaksikan berbagai inovasi ataupun produk unggulan dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang mewakili masing-masing kecamatan. Ia berharap, agar nantinya di Kabupaten Tuban, dapat bermunculan inovasi-inovasi desa yang baru. “Sehingga, dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(tauviqurrahman/hei)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus